Posting Terbaru

Ikan Aneh Bergigi Manusia

Seorang pemancing di AS terkejut ketika ikan yang dia pancing memiliki gigi yang mirip dengan gigi manusia.

Waktu itu Frank Yarborough sedang memancing di Danau Wylie, South Carolina, tiba-tiba umpannya ditarik ikan yang panjangnya sekitar satu meter dan beratnya hampir 5 Kg.

Dia berasumsi itu adalah ikan lele, lalu ia meraup tangannya ke dalam air untuk menarik ikannya keluar, namun dia kaget ketika jari-jari tangannya digigit ikan tersebut dan terasa seperti digigit oleh manusia.

Robert Stroud, seorang ahli biologi perikanan air tawar Departemen Sumber Daya Alam di Carolina Selatan, telah mengkonfirmasi bahwa sampel dari ikan tersebut telah dikirim untuk menentukan spesies ikan.

Seperti yang dilansir web.orange.co.uk 24/09, Stroud mengatakan kepada WBTV: "Ikan ini mungkin masih satu spesies dengan BAWAL Colossama, yang berasal dari lembah Sungai Amazon Amerika Selatan."

Bawal ini masih saudara jauh dari piranha, sejenis ikan air hangat, dan bukan asli Danau Wylie. Para ahli biologi percaya ikan itu mungkin dibesarkan di sebuah tangki ikan eksotis.

Sampai saat ini ikan tersebut masih tersimpan di dalam lemari es di rumah Yarborough, dia belum berencana untuk memasak tangkapannya.

Lebaran on the road

Minggu, 19 September 2010
Hari sabtu kemaren sempet bingung juga planning buat hari minggu akan gowes kemana.... Kebetulan sore itu rekan saya Bp. Dedi dari Cludasci ngajakin gowes ke Purwakarta. Tapi tadi pagi ternyata planning itu berubah lagi karena temen2 dari Matador Cycle Community mengundang kami dalam acara halal bihalalnya. Dan pagi itu brangkatlah kami memenuhi undangannya. Pagi itu akhirnya kami pun gowes bareng menuju Kebon Kembang lewat rute Indo taise - BIC (Bukit Indah City). Di sana kami di jamu dengan menu sate maranggi.


Sambil menunggu sate maranggi yang sedang di bakar Kami pun duduk istirahat dan saling berbagi cerita pangalaman masing-masing sehingga membuat suasana jadi begitu hangat dan akrab. Setengah jam kemudian sate maranggi pun matang segeralah kami menikmatinya rame-rame di tengah hutan Kebon Kembang karena lokasinya memang berada di kawasan hutan Kebon Kembang Cikampek.

Kenyang rasanya perut ini. Usai makan kami pun melanjutkan kembali perjalanan melewati rute kawasan Timor Dawuan. Sesampainya di kawasan Industri Kujang Cikampek akhirnya kami pun saling berpamitan pulang.

Atas nama pribadi saya mengucapkan terima kasih banyak kepada "Matador Cycle Comumnity" karena telah mengundang kami dalam acara halal bihalalnya dan atas jamuannya juga.^_^

Pendakian Gunung Cikurai 2818 Mdpl via Jalur Cilawu

Puncak Cikurai : Irwenk, Eka, Tono, Babay
Terakhir kali saya menjejakkan kaki di kota Garut sekitar tahun 2006 yang lalu. Tujuan perjalanan saya dan kawan-kawan waktu itu adalah gunung Papandayan. Rasa kangen akan sejuknya kota Garut membawa saya kembali menjejakkan kaki di kota Parahiyangan yang dikenal sebagai kota Dodol ini. Tujuan perjalanan saya dan kawan-kawan kali ini adalah gunung Cikurai / Cikuray.

Antrian kendaraan arus balik lebaran 2010 di jalur Nagrek membuat perjalanan menuju Garut kali ini menjadi 3 kali lebih lama dari waktu tempuh biasanya yang hanya memakan waktu tempuh sekitar 4 jam dari Cikampek. Sehingga membuat kita baru bisa tiba di Garut setelah Magrib. Menjelang terminal Garut hujan pun turun cukup deras. Seolah menyambut kedatangan kami yang baru saja tiba di Garut.

Tanpa mengulur waktu, dari terminal Garut kami lanjutkan perjalanan menuju Patrol dengan menumpang angkutan kota. Dari Patrol kami lanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju pos pendakian untuk mengurus perijinan. Usai mengurus segala administrasi pendakian, dari pos pendakian kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan hingga rellay TV. Setelah menempuh perjalanan selama 4 jam, akhirnya kami pun tiba rellay TV tepat tengah malam. Segera kami mendirikan camp dan mengisi perut sejenak sebelum akhirnya beristirahat malam itu. 

Pagi pun tiba kembali. Pagi itu, 13 September 2010 (saya, Irwenk, Tono, dan Babay) sudah berada di titik awal pendakian gunung Cikurai. Gunung Cikurai terkenal dengan puncaknya yang mengerucut dan terbilang gunung yang masih perawan. Kenapa di katakan perawan? karena gunung ini termasuk gunung yang  masih jarang didaki. Tidak seperti tetangganya yaitu gunung Papandayan yang selalu banyak di datangi oleh para pendaki, mulai dari pendaki lokal maupun pendaki asing.

Di gunung ini juga masih banyak terdapat tanaman Kantung Semar (Nepenthes) yang terkenal sebagai tanaman pemakan serangga. Tanaman ini juga sering digunakan para survivor sebagai media bertahan hidup bila tidak bisa menemukan mata air. Karena kantung dari tanaman ini yang berbentuk bulat seperti tokoh pewayangan "Semar" mampu menampung air saat hujan turun. Gunung Cikurai memiliki ketinggian 2818 Mdpl. terletak di Kab. Garut Jawa Barat dan merupakan gunung tertinggi keempat di Jawa Barat setelah Gunung Gede.


Hujan deras menyambut kami  saat akan melakukan pendakian. Terpaksa kami harus mendaki di bawah guyuran hujan yang tak kunjung henti, mulai dari menjelang pendakian hingga turun gunung kembali. Sungguh, sebuah pendakian yang sangat melelahkan. Rasa putus asa sesekali  hinggap di kepala kami, namun demikian dengan semangat dan tekad yg kuat, kami coba terus berusaha melawan dan menghapus rasa putus asa kami sampai pada akhirnya kami berhasil mencapai ujung kerucut gunung Cikurai.



Setelah dua kali melakukan pendakian dan gagal mencapai puncaknya karena sesuatu hal yang tak memungkinkan untuk melanjutkan pendakian pada tahun 2003 dan 2006 lewat jalur Bayongbong dan Cikajang, akhirnya di pendakian kali ketiga ini kami berhasil menjejakkan kaki di puncak Cikurai pada tanggal 13 September 2010 tepat jam 13.30 Wib lewat jalur Dayeuh Manggung Cilawu.





Rute Pendakian


Untuk mencapai Cikurai dapat ditempuh dengan naik kendaraan umum dari Jakarta atau kota Anda masing-masing menuju terminal Guntur. Dari sana diteruskan dengan angkutan kota (berwarna putih biru) menuju jalur pendakian dengan tarip Rp. 5000, Ada tiga jalur yang bisa kita tempuh untuk melakukan pendakian ke Gunung Cikurai yaitu Cikajang, Bayongbong dan Dayeuh Manggung. Ketiga jalur tersebut menawarkan medan yang sangat menarik dengan karakteristik yang berbeda-beda. Bila Anda melakukan pendakian melalui jalur Dayeuh Manggung Cilawu, sebelum mencapai puncak Anda akan melewati luasnya hamparan perkebunan teh dan beberapa rellay TV swasta dan TVRI seperti yang terlihat di belakang foto kami.


Dari ketiga jalur tersebut, jalur yang biasanya digunakan adalah dari Dayeuh Manggung Desa Cilawu, Garut. Untk menuju kesana dari terminal bus Guntur Garut dilanjutkan dengan menumpang angkutan kota (berwarna putih biru) menuju jalur pendakian dengan tarip Rp. 5000 dengan trayek Garut - Cilawu (kalau gak salah 06 nomernya sedikit lupa ^_^), mobil ini menunggu penumpangnya dibelakang terminal didekat pasar. Kemudian turun di Patrol, bilang saja pada supirnya Patrol yang menuju ke perkebunan teh Dayeuh Manggung, dari patrol kemudian perjalanan dilanjutkan menuju titik awal pendakian di pemancar stasiun TV dengan menumpang ojek motor dengan tarifnya sekitar Rp.20.000,- per orang kami juga kurang tahu berapa pastinya. Karena kebetulan waktu itu kami berjalan kaki. Jarak yang ditempuh kurang lebih 15 kilometer dan dapat ditempuh dengan waktu 3-4 jam.


Catatan : Untuk menuju ketiga jalur tersebut bisa menggunakan angkutan kota yang sama.
Perijinan
Gunung Cikurai tidak memiliki tempat perijinan resmi. Akan tetapi sekedar untuk ijin mendaki, ketika sudah memasuki wilayah perkerbunan teh, pendaki harus minta ijin satpam perkebunan dan bisa juga sekalian memberitahukan rencana pendakian. Agar jika terjadi sesuatu, ada informasi jelas tentang keberadaan Anda di Cikurai.

Lebaran Bersepeda ke Plered

Bersilaturahmi saat lebaran adalah suatu ritual sakral yang slalu dilakukan dan dirayakan setiap tahun atau setiap bulan Syawal setelah sebulan umat Muslim melaksanakan puasa di bulan Ramadhan. Begitu pun juga dengan kami gak mau ketinggalan juga akan hal itu. Satu hari setelah lebaran kemaren saya dan keluarga pun pergi bersilaturahmi ke rumah saudara terutama nenekku di Plered untuk berlebaran dan memohon maaf setelah lama tak pernah berkunjung.


Pagi itu saya pun langsung gowes sepedaku menuju Plered, dan keluargaku menyusul di belakang menggunakan sepeda juga (sepeda motor ^_^). Akhirnya setelah sebulan penuh hanya bersepeda di sekitaran Cikampek saja kini saya bisa bersepeda lagi keluar Cikampek sambil berlebaran bareng keluargku di Plered. Dua jam pagi itu saya mengayuh melewati beberapa tanjakkan yang begitu ramah menyambutku di sepanjang jalan menuju Plered. Sesampainya di Plered ternyata keluarga dari Bandung sudah lebih awal tiba di sana.




Setelah dua jam mengayuh sepeda perutku pun kembali lapar dibuatnya. Beruntung hari itu pamanku membuatkan kami nasi liwet, kami pun rame2 menyantapnya bareng saudara yang lainnya. Sungguh nikmat tiada tara setelah capek bersepeda langsung menyantap nasi liwet dengan ikan peda dan lalap pete (walaupun bau yg penting ajip ^_^). Nasi liwet ini sangat nikmat disantap bersama-sama di atas hamparan daun pisang. Tidak ada piring, tak ada sendok, makanya langsung rame-rame atau istilah orang sunda "ngariung"

Pecahkan Rekor Bersepeda di Bentangan Kawat



http://stupidcelebrities.net/wp-content/nick-nik-wallenda-rides-bike-bicycle-across-rope-new-york-today-show-video.jpg

Nik Wallenda, seorang penari kawat generasi ketujuh dari keluarga sirkus Wallendas Flying, bersepeda pada kawat sepanjang lebih dari 100 kaki di antara dua hotel Pulau Paradise di Resor Atlantis, AS.
Rekor baru melintasi kawat tinggi menggunakan sepeda ini dicatat oleh Guinness World Records, sebagaimana dilansir Telegraph, Senin (30/8).



http://www.lectrosonics.com/PressReleases/wallenda/wallenda.jpg

Wallenda adalah pemegang rekor bersepeda pada kawat tinggi, yakni sepanjang 235 kaki (72 meter) di ketinggian 135 kaki (41 meter) di Newark, New Jersey, tahun 2008.

Upaya untuk memecahkan rekor disaksikan oleh ratusan turis yang memotret pemandangan dari resor di bawahnya.

Dia melakukan aksi beraninya dengan berjalan sekitar 2.000 kaki (610 meter) di bentangan kawat setinggi 250 kaki (76 meter). Dia harus melawan angin berkekuatan 28 knot.

“Melawan segala rintangan, saya berjalan pada kawat itu. Ada petir, angin kencang, dan itu adalah jalan pertama saya tanpa ayah,” katanya.

Menurut dia, hal itu merupakan salah satu keputusan terberat yang pernah dia buat dalam hidupnya. “Ini hal tersulit yang pernah saya lakukan. Tapi, mengingat sejarah keluarga dan tradisi keluarga saya, pertunjukan ini harus berlanjut,” ujarnya pula.

http://blog.lehighvalleylive.com/entertainment-general_impact/2008/10/large_NickWallenda.jpg

Wallenda adalah cucu pemain sirkus Karl Wallenda yang meninggal setelah jatuh dari kawat tinggi di San Juan, Puerto Rico, tahun 1978.

“Saya ingin menjadi orang pertama di dunia yang berjalan di Grand Canyon, dan saya memiliki izin untuk melakukannya,” katanya



sumber :http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/08/30/wallenda-pecahkan-rekor-bersepeda-di-bentangan-kawat

Duh! Jalur Sepeda Jadi Tempat Parkir Becak dan Mobil Mewah

Posted on 31 August 2010 , by Eka Harto
Klik Gambar untuk lihat tampilan penuhBandung - Bukan Indonesia namanya jika segala sesuatu tidak pada tempatnya. Dana untuk proyek pengecatan jalur sepeda mencapai Rp 2,3 miliar. Namun sayangnya fungsinya disalahgunakan. Buktinya, sejumlah mobil plat hitam dan plat kuning terlihat asik memarkirkan kendaraannya tepat di jalur sepeda.

Seperti pantauan detikbandung, Selasa (31/8/2010), sekitar pukul 16.00 WIB. Tiga angkot Antapani-Ciroyom ngetem di jalur sepeda yang berlokasi di Jalan Aceh atau tepatnya lampu merah Jalan Aceh dan Jalan Merdeka.

Masih di lokasi sama, sejumlah becak dan satu unit mobil mewah pun ikut merasakan ngetem di jalur tersebut. Padahal sangat jelas, di lokasi tersebut terpasang rambu dilarang stop. Rambu ini juga jauh hari sudah terpasang sebelum adanya jalur sepeda.

Hal serupa terpantau pula di Jalan Banda atau tepatnya di sekitar Lapangan Saparua. Dua mobil begitu santai terparkir di bawah rindangnya pepohonan besar. Mirisnya, kedua mobil itu terparkir di antara tanda rambu dilarang parkir.
bandung.detik.com

Pengikut

 

Sahabat Sepeda | Blognya Sahabat Sepeda Cikampek Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger

Terima Kasih telah berkunjung di blognya Sahabat Sepeda Cikampek!