Posting Terbaru

Mengayuh Pedal Hingga Batu Beulah Jatiluhur #2

Minggu, 27 Juni 2010
Terakhir kali saya mengayuh sepeda ke Batu Beulah Jatiluhur sekitar tahun 2009 yang lalu. Rasa kangen akan medannya yang menantang serta pemandangannya yang lumayan indah membawa saya kembali mengayuh sepeda ke Batu Beulah Jatiluhur.
Dalam perjalanan bersepeda kali ini saya tidak sendirian pastinya, seperti biasa saya ditemani oleh temen2 dari Triple-C. Kali ini kami mengambil rute yang berbeda, yaitu kebalikkan dari rute yang dulu. Kami berangkat lewat Jatiluhur dan keluar lewat Udug-udug langsung tembus ke Desa Tamelang.

Seharian kami ber-XC (Cross Country) ria hari itu. Medannya yang lumayan menantang memang cocok buat para penggemar XC rice. Tracknya asyik dan sedikit mendebarkan.

Cuaca yang terik menyergap kami menjelang Batu Beulah. Sekitar jam 12.00 kami tiba di Batu Beulah. Keringat pun membasahahi pakaian yang kami kenakan. Rasa haus pun memaksa kami untuk beristirahat sejenak sambil menyaksikan lukisan nyata karya yang maha kuasa yang begitu terhampar luas dan indah.

Usai beristirahat perjalanan pun kami lanjutkan kembali. Di sini kami harus menuruni jalanan yang lumayan curam. Perlahan tapi pasti kami pun satu persatu mulai menuruni jalan yang curam itu.

EDDIE MERCKX

Siapa yang tak mengenal sosok Legendaris yang satu ini, Edouard Louis Joseph Merckx atau yang lebih kita kenal dengan “EDDIE MERCKX“ adalah pembalap legendaris dari Belgia. Jawara Grand Tour ditahun 1965 – 1978, Gelar Yellow Jersey Tour de France, Maglia Rosa Giro d’Italia dan Vuelta a Espana semua pernah diraihnya. Tidak hanya itu Eddie bahkan pernah menjadi langganan Juara Dunia Roadrace ditahun 1967, 1971 dan 1974. Dua Etape Tour de France 2010 tahun ini melewati rumah tinggal sang Legenda. ASO Penyelenggara Tour De France mengatakan hal ini untuk menghormati sang Legenda. [(12/01) zonasepeda.com]

Saat ini sang Maestro dimasa pensiunnya, mendirikan perusahaan sepeda sendiri MERCKX BIKE dan menjadi pengurus UCI. Sepeda produksi Merckx mendapat angin segar setelah QuickStep  yang juga merupakan Pro Team dari Belgia mempercayakan tunggangannya pada Merckx.
EMX-5 Quick Step


Merckx Bike Quick Step - FFWD Wheel - Campagnolo Grupset

Lance Armstrong

Lance Armstrong, sosok yang satu ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi para pecinta sepeda, terutama sepeda balap. Lance Armstrong, adalah pembalap sepeda yang memegang rekor kemenangan dalam Tour de France dengan memenangi 7 kali berturut-turut. Seperti yang dimuat laman eksplorasi-dunia.blogspot.com, Armstrong juga pernah memenangkan Tour de Suisse 2001 dan Kejuaraan Dunia bersepeda pada tahun 1993

Sepeda Piala Dunia

Setelah melihat judul berita ini mungkin Anda akan mengira bahwa sepeda tersebut adalah hadiah untuk Piala Dunia 2010 yang sedang berlangsung saat ini. Untuk memeriahkan piala dunia yang saat ini sedang berlangsung di Afsel, produsen sepeda dari Cina dan Taiwan membuat sepeda yang bertemakan Piala Dunia. Seperti yang dimuat laman Okezone.com, penjualan sepeda bertema Piala Dunia laris manis. Sepeda yang berasal dari produsen China dan Taiwan ini menghadirkan sepuluh negara favorit Piala Dunia 2010.

Gunung Tambora, Nenek Moyang Sepeda

Sedikit yang tahu bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang disebut-sebut memberikan ”kontribusi” terhadap lahirnya sepeda. Benarkah? Ah, mengada-ada!

Sulit untuk memastikan dari mana dan siapa yang sebenarnya pertama kali membuat sepeda. Banyak referensi yang saling membingungkan terkait asal-usul sepeda ini. Tiap bangsa yang peduli sepeda punya referensi sendiri-sendiri mengenai siapa penemu sepeda pertama kali.

Faktanya, memang sulit menemukan ahli sejarah yang benar-benar menekuni sepeda. Penggalan-penggalan sejarah sepeda hanya didominasi pandangan perusahaan-perusahaan pembuat sepeda.

Foto : kangjavas.files.wordpress.com
Beberapa penelitian yang mencoba menelusuri asal-usul sepeda membuat kita mengernyitkan dahi, antara percaya dan tidak. Sepeda dilahirkan karena terinspirasi dari Indonesia, tepatnya karena letusan Gunung Tambora. Literatur yang menyebutkan soal letusan Tambora itu tidak hanya dari satu sumber. Salah satu penelitian yang sering menjadi rujukan berasal dari tulisan Mick Hamer di majalah New Scientist, 29 Januari 2005.

”Pada 5 April 1815, Gunung Tambora di Indonesia mulai bergejolak. Sepekan kemudian memuntahkan isi perutnya dengan letusan spektakuler sampai bulan Juli. Ini adalah erupsi terbesar yang dicatat sejarah, menewaskan hingga 92.000 orang dan menyemburkan begitu banyak abu di atmosfer,” begitu tulisan Mick Hamer di New Scientist.

Letusan itu memicu pemanasan global, suhu bumi meningkat 3 derajat celsius. Di Eropa, tahun 1816 disebut sebagai tahun tanpa musim panas. Di beberapa tempat memicu hujan salju, langit terus-menerus gelap, panen gagal, dan Eropa memasuki tahun-tahun buruk.

Apa hubungannya dengan sepeda? Cuaca yang buruk membuat transportasi yang biasanya mengandalkan kuda dan angkutan air menjadi tidak nyaman.

Kuda-kuda banyak yang disembelih, bukan hanya karena manusia tak memiliki cadangan makanan, melainkan juga karena majikan kesulitan mencari makanan untuk kuda-kuda itu.

Alat beroda

Ken McGin dalam tulisannya berjudul ”The Origin of Bicycle” mengatakan, pada tahun-tahun sulit itu seorang Jerman berusia 34 tahun bernama Karl Drais membuat alat sederhana beroda dua yang kemudian diberi nama draisine.

Draisine dibuat dari bahan kayu dan belum memiliki pedal. Satu-satunya cara untuk mengendarai sepeda ini adalah dengan menjejakkan kaki ke tanah agar draisine mau meluncur.

Oleh karena itulah alat ini juga disebut hobby horse yang merujuk pada arti ”kuda-kudaan” karena tujuan dari pembuatan alat ini untuk menggantikan kerja kuda. Penemuan ini merupakan titik awal prinsip keseimbangan sepeda modern. Draisine menjadi sepeda pertama yang hak patennya didaftarkan tahun 1818.

Karya Drais ini lebih revolusioner dibanding temuan seorang Perancis bernama Comte de Sivrac tahun 1791. Sivrac membuat mesin tanpa penarik hewan yang diberi nama celerifere yang belum memiliki setir dan pedal sehingga tidak bisa berbelok.

Karl Drais memulai sejarah baru bepergian tanpa kuda ketika mengendarai sepedanya pada 12 Juni 1817 sepanjang 7,5 kilometer di jalanan Mannheim-Schwetzingen di Jerman.

Pierre Michaux dari Perancis pada tahun 1863 menambahkan engkol dan pedal di roda depan sehingga lahirlah velocipede, sepeda modern yang bisa dikendarai tanpa menjejakkan kaki di tanah. Michaux menjadi perintis produksi sepeda secara massal.

Rintisan Drais begitu besar karena menjadi cikal bakal dari semua kendaraan di darat. Namun, kehidupan dia ternyata penuh duka dan kemiskinan akibat konflik politik dan perang.

Ia tak menikmati royalti dari teknologinya dan tahun 1851, menurut www.karl-drais.de, ia meninggal tanpa sepeser duit.

Oleh karena itu, ketika di jalan raya, hormatilah sepeda karena ia nenek moyang segala jenis kendaraan darat. [KOMPAS.com]

Pusat Pelatihan Balap Sepeda Dikuasai Solo

Persiapan PON 2012
Pusat Pelatihan Balap Sepeda Dikuasai Solo

image
Solo, CyberNews. Kuota atlet balap sepeda di Pusat Pembinaan Olahraga Prestasi (PPOP) serta Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa (PPLM) Jateng 2010, dikuasai para pembalap asal Solo. Pembalap BMX Toni Syarifudin dan pembalap road race dan track Endra Wijaya menembus PPOP, sedangkan Jonata Pungki lolos seleksi PPLM. "Ketiganya dikukuhkan sebagai atlet PPOP dan PPLM di Semarang, 10 Juni lalu, setelah memenuhi syarat antara lain meraih gelar juara nasional atau juara provinsi. Usianya pun masih di bawah limit maksimal 25 tahun," kata pelatih balap sepeda Solo, Agus Sadiyanto, Selasa (22/6).
Para atlet tersebut kini terus berusaha memperbaiki prestasinya melalui klubnya masing-masing. Jonata Pungki yang bergabung dengan Tirta Cycling Team (TCT) Solo, kini diasah untuk menghadapi kejuaraan terbuka balap sepeda di Surabaya, pertengahan Juli mendatang. Mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo itu meraih medali emas pada nomor track 4.000 meter Team Time Trial (TTT) pada Porprov Jateng XIII/2009 di Solo.
Endra Wijaya juga berjaya dengan raihan dua emas, satu perak dan satu perunggu pada Porprov Jateng lalu. Selain nomor track 4.000 meter TTT, pembalap yang bernaung di bawah Customs Cycling Club (CCC) tersebut juga merebut emas nomor MTB dari ajang Porprov. Di nomor track 4.000 meter Individual Pursuit (IP) dia mendapat perak dan perunggu untuk nomor kriterium. "Yang membanggakan, Endra menjadi pembalap nasional terbaik pada Tour d'Indonesia 2008," tutur Agus.
Sedangkan Toni Syarifudin adalah peraih medali emas BMX pada PON XVII/2008 di Kaltim. Dia juga menjadi yang tercepat di lintasan BMX Manahan pada Porprov Jateng 2009. "Sekarang Toni masuk daftar atlet pelatnas untuk menghadapi Asian Games 2010 di Guangzhou, China, November mendatang," ungkap Agus Sadiyanto. [SuaraMerdeka.Com]

Merajut Nusantara Lewat Jelajah Sepeda

Setelah menyelenggarakan Sepeda Santai (Fun Bike) di Bandung pada tanggal 06 Juni, beberapa hari yang lalu, kini harian Kompas akan menyelenggarakan kegiatan jelajah sepeda Surabaya-Jakarta.

Seperti dimuat laman Kompas (14/06) kegiatan bersepeda ini akan dimulai tanggal 23 Juni dari depan Kompas Gramedia Expo Surabaya dan berakhir di halaman kantor Kompas Gramedia Jakarta, 4 Juli 2010.

Ketua Panitia Jelajah Sepeda HUT Kompas, Tjahja Gunawan Diredja, dalam siaran persnya, Senin (14/6/2010), menyatakan, kegiatan ini tentu saja terkait dengan keinginan bersama untuk mengurangi polusi kendaraan dan kemacetan lalu lintas, terutama di kota-kota besar di Indonesia.

Menurut Gun, demikian sapaan akrab wartawan Kompas itu, total jarak yang akan ditempuh sekitar 1.100 kilometer. Kegiatan ini akan diikuti oleh 30 pesepeda yang terdiri dari pebalap veteran Polygon, perwakilan komunitas sepeda di Jakarta dan sekitarnya, serta perwakilan komunitas sepeda dari Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, dan Surabaya. Pelibatan komunitas dari berbagai daerah ini sesuai dengan tema yang diusung dalam HUT Kompas kali ini, yakni "Merajut Nusantara".

Selain 30 orang yang akan bersepeda secara penuh dari Surabaya ke Jakarta, pihak kepolisian juga akan ikut menyemarakkan acara dengan mengikutsertakan 10 orang yang akan bersepeda secara bergantian di 12 kota yang akan dilintasi tim jelajah sepeda. Tim pesepeda dari kepolisian ikut serta dalam kegiatan ini dalam rangka merayakan HUT Polri ke-64 pada 1 Juli 2010.

Di setiap kota yang dilewati, para komunitas sepeda setempat juga bisa ikut serta untuk bersepeda bersama sampai batas kota masing-masing. Sifat dari kegiatan sepeda ini adalah kekompakan dalam tim dan bukan untuk adu kecepatan satu sama lain.

Sebelum kegiatan jelajah sepeda ini dimulai, perwakilan komunitas sepeda dan karyawan Kompas-Gramedia (KG) telah melakukan latihan bersepeda bareng dan menjalani tes kesehatan yang dilakukan dokter spesialis olah raga, dr Hario Tilarso, dari RS Internasional Bintaro.

Adapun rute jelajah sepeda adalah Kota Surabaya-Malang-Trenggalek-Pacitan-Solo-Yogyakarta-Semarang-Pekalongan-Cirebon-Bandung-Bogor-Jakarta.

Berbarengan dengan kegiatan jelajah sepeda, juga akan diselenggarakan hiburan rakyat, pembagian buku-buku kepada sejumlah perpustakaan yang dikelola masyarakat, dan pelayanan kesehatan untuk masyarakat umum yang diselenggarakan tim dari Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) bekerja sama dengan pihak kepolisian.

Selain itu, bertepatan dengan HUT ke-45 Kompas pada Senin (28/6/2010), akan diadakan pagelaran musik jazz yang akan menampilkan konser Threesome (Dewa Bujana, Tohpati, dan Balawan) di Yogyakarta.

Kompas Fun Bike Jabar 2010


Bandung, 06 Juni 2010 Grha Kompas Jabar bekerja sama dengan beberapa sponsor seperti Teh Botol Sosro Less Sugar dan Suzuki  menggelar acara Fun Bike dengan Suzuki Karimun Estilo sebagai hadiah utamanya. Acara Fun Bike ini bertemakan "Share To Road" dan diikuti lebih dari 9000 peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat. 

Sabtu, 05 Juni 2010
Jam 22:00 kami langsung bertolak menuju Bandung dengan menggunakan mobil truk yang kami sewa. Perlahan tapi pasti truk yang kami tumpangi berjalan menyusuri malam yang begitu ramai dengan lalu-lalang kendaraan motor dan mobil yang kebanyakan sedang menikmati akhir pekan. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam kami pun tiba di tempat start (Grha Kompas Jabar). Semalam kami menginap di sana.

Minggu, 06 Juni 2010
Jam 06:00 pagi, satu persatu para peserta mulai menginjakkan kaki di garis start. Setelah mendapatkan pengarahan dari panitia para peserta pun langsung dilepas oleh Bapak Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
Peserta  start dari kantor Grha Kompas-Gramedia di Jalan RE Martadinata 46 dan finish di Kota Baru Parahyangan, Padalarang. Pagi itu kota bandung mendadak menjadi lautan sepeda. Jalan- jalan utama di Bandung, seperti Jalan RE Martadinata, Merdeka, dan Asia-Afrika, pagi itu dipadati sepeda. Hari itu, pesepeda menjadi raja.



Hemat Ongkos Berangkat Kerja dengan Sepeda

Di tengah situasi ekonomi yang turun naik saat ini,  sepeda bisa jadi altenatif  untuk menghemat ongkos transportasi bagi  karyawan yang tidak mendapatkan fasilitas bus karyawan, itu juga kalo tempat tinggal kita gak terlalu jauh ke tempat kerja. Heu...heu...heu... Ya, jarak 5 sampai 10 Km mah bagi yang terbiasa bersepeda kayaknya masih bisa diperhitungkan lah. Apalagi saat ini  kemacetan setiap pagi dan sore hari selalu terjadi. Tidak hanya di  kota-kota besar seperti Jakarta, kini di daerah pun seperti Cikampek, kota tempat saya tinggal saat ini sering terjadi kemacetatan lalu lintas.  Hal itu akan membuat kita jengkel pastinya, karena harus kompoi dan  terjebak dalam kemacetan yang panjang.

Berawal dari pengalaman sering terjebak macet setiap pagi saat berangkat  ke tempat kerja serta sorenya saat pulang  kerja, saya memilih  bersepeda sebagai sarana transportasi. Selain hemat,  bersepeda juga  membuat kita jadi lebih sehat. Ayo ikut serta membantu pemerintah dalam  menanggulangi global warming dengan menggalakan bersepeda ke tempat  kerja. Goweeeeeeeessssssssss Teruuuuuuuussssssssssssss!

Pengikut

 

Sahabat Sepeda | Blognya Sahabat Sepeda Cikampek Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger

Terima Kasih telah berkunjung di blognya Sahabat Sepeda Cikampek!